Nama : Aminatul
Khoeriyah
Makul : Media
Pembelajaran PAI
Fak/Prodi :
Tarbiyah/PAI A 3
NIM :
1523211003
1.
Bagaimanakah
anda menempatkan konsep dan aplikasi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi
pada kegiatan pembelajaran PAI di Indonesia? Buatlah analisis kritis terhadap
penerapan pembelajaran berbasis teknologi informasi.
Jawab :
Berkembangnya
metode pembelajaran sangat berperan penting terhadap kemajuan pola
pembelajaran, terutama di bidang peningkatan mutu pendidikan pada anak. Dalam
hal ini adalah peningkatan mutu PAI, seiring berkembangnya media pembelajaran,
dan juga evaluasi pendidikan yang terus menerus berkembang, pembelajaran PAI
baik itu SD, SMP, SMA, dan SMK, metode pembelajaran bersetandar PAKEM
(Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) harus mulai
diterapkan, sehingga pola pikir peserta didik terhadap pembelajaran PAI mampu
melahirkan minat anak dan jiwanya tergugah pada aktivitas pembelajaran yang
berkembang pada satu pola yang maju dengan memanfaatkan fasilitas media pembelajaran
berbasis ICT (Information and
Communication Tecnology), karena itu tenaga pendidik sebagai fasilitator
harus mampu terhadap perkembangan dan perubahan paradigma di dunia pendidikan,
dimana dalam hal ini peserta didik tidak lagi di posisikan sebagai objek,
melainkan subjek dari pembelajaranitu sendiri. Guru Pendidikan Agama Islam
(GPAI) mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengembangkan potensi yang
dimiliki peserta didik agar dapat menghayati ajaran agama Islam. Dunia ICT kini
memberikan banyak pilihan kepada semua orang, tak terkecuali Guru Pendidikan
Agama Islam (GPAI). Misalnya e-dukasinet/pembelajaran berbasis internet,
penggunaan telematika, e-learning, blog, multimedia resources center, teknologi
pembelajaran melalui komik, dan vidio conference. Kini tinggal GPAI memilih
teknologi yang dikuasainya, banyak pilihan yang perlu dipilih. Namun, setiap
pilihan membawa konsekuensi tersendiri, karena ia bertalian dengan sarana dan
prasarana yang ada disekolah, termasuk yang dimiliki sendiri oleh GPAI.
Secara umum, jenis
bahan ajar yang dapat dipilih adalah:
1.
Bahan
ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti handout, buku,
modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non
cetak (non printed) seperti model/maket
2.
Bahan
ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk
audio
3.
Bahan
ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film
4.
Bahan
ajar multimedia interaktif (interactiveteaching material) seperti CAI (Computer
Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif,
dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials)
Tersedia dan
terlakananya pembelajaran yang mengacu pada bahan ajar pandang (visual) terdiri
atas bahan cetak (printed) seperti handout, buku, modul, lembar kerja siswa,
brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed) seperti
model/maket. Pada bahan ajar dengar (audio) seperti , radio, piringan hitam,
dan compact disk audio. Pada bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti
video compact disk, film. Pada bahan multimedia interaktif (interactiveteaching
material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD)
multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based
learning materials). Sistem pembelajaran PAI sudah berbasis Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) dimana setiap saat siswa bisa mengakses segala hal yang
terkait dengan perencanaan, proses dan hasil pembelajarannya.
ICT (Information and Communication Tecnology) atau
yang lebih dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah
berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengolahan yang
digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaanya,
hubungan komputer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi,
dan kebudayaan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas
yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,
pemindahan, informasi antar media. Kehadiran teknologi harus digunakan
sebaik-baiknya dengan pengelolaan yang tepat.
Prinsip umum
penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT adalah sebagai berikut:
1.
Efektif
dan efisien. Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini
dalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan
keterjangkauan, baik waktu maupun biaya.
2.
Optimal.
Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai lebih
daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan
cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.
3.
Menarik.
Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran dikelas akan lebih menarik dan
memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik akan
mamncing keingintahuan yang lebih akan membosankan dan kontra produktif untuk
pembelajaran.
4.
Merangsang
daya kreatif berpikir pelajar. Dengan menggunakan ICT tentu saja diharapkan
pelajar mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat didalam
diri mereka. Seorang pelajar yang memiliki kreativitas tinggi tentunya berbeda
dengan pelajar yang mempunyai kreativitas rendah. Pelajar yang mempunyai
kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat
dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Begitu pula sebaliknya dengan
pelajar yang berkreativitas rendah.
Aplikasi
pembelajaran bebasis ICT dilingkungan sekolah/universitas merupakan hal yang
sangat penting. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan informasi
dan komunikasi dalam berbagai keperluan seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Satu bentuk produk TIK yang sedang menjadu
trend adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang
abad 21. Kehadiran internet telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap
kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan
salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini
menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa
mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang
dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk
memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta. Hal yang paling mutakhir
adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber
teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan
dengan menggunakan internet. Istilah yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran
dengan menggunakan media TIK khususnya internet. Dengan e-learning memungkinkan
terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh. E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik tidak perlu duduk dengan manis
di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal
target waktu pembelajaran dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan
oleh sebuah program pembelajaran. E-learning
mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan
pengajar maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling tukar
informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang. Dengan kondisi yang demikian itu, peserta didik dapat lebih
memantapkan peguasaanya terhadap materi pembelajaran. Selain e-learning, potensi TIK dalam pembelajaran
disekolah dapat juga memanfaatkan e-laboratory
dan e-library. Adanya
laboratorium virtual (virtual lab) memungkinkan
guru dan siswa dapat belajar mengguanakan alat-alat laboratorium atau praktikum
tidak secara fisik, tetapi dengan menggunakan media komputer. Perpustakaan
elektronik (e-library) sekarang ini
sudah menjangkau berbagai sumber buku yang tak terbatas untuk bisa diakses
tanpa harus membeli buku/sumber belajar tersebut.
Beberapa
aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran
yang dapat dikembangkan antara lain:
1.
Pembelajaran
erbasis Komputer
Pembelajaran
berbasis komputer yaitu penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia
pendidikan dan pengajaran. Penggunaan komputer secara langsung dengan peserta
didik untuk menyampaikan isi pengajaran, memerikan latihan dan mengevaluasi
kemajuan belajar peserta didik. Materi pembelajaran dibuat dalam bentuk
powerpoint atau CD pembelajaran interaktif.
Pembelajaran
berbasis komputer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses
pembelajaran dengan menggunakan software komputer (CD pembelajaran) berupa
program komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran, dan
evaluasi pembelajaran. Blended E-Learning
adalah pembelajaran terintegrasi/terpadu dengan menggunakan jaringan internet
(network), internet (LAN), atau ekstranet (WAN) sebagai pengantar materi,
interaksi atau fasilitas. Blended
E-Learning disebut juga online learning. Pada pembelajaran model ini,
pembelajaran dapat disajikan dalam format:
a.
E-mail
(pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam pembelajaran dengan menggunakan
fasilitas e-mail)
b.
Mailing
List/grup diskusi, bisa menggunakan fasilitas e-mail atau fasilitas jejaring
sosial seperti facebook atau twitter
c.
Menunggah
bahan ajar dari internet. Peserta didik dapat mencari bahan ajar melalui
internet untuk menambah pegetahuan tentang pokok bahasan yang sedang dipelajari
d.
Pembelajaran
interaktif melalui web/blog
e.
Interactive
Conferencing, berupa pembelajaran langsung jarak jauh
2.
Pembelajaran
berbasis web
Sekolah
harus menyediakan atau membuat website sekolah yang diantaranya berisi
materi-materi pelajaran. Setiap pengajar harus memiliki blog sendiri yang
berisi mata pelajaran yang diajarkan, bisa berkomunikasi tentang materi
pelajaran dengan peserta didik di dunia maya, dengan demikian akan tercipta
virtual classroom ( kelas dunia maya) yang dapat memotivasi dan menambah
wawasan pengetahuan peserta didik.
3.
Penilaian
berbasis TIK
Penilaian
hasil belajar peserta didik memerlukan pengolahan dan analisis yang akurat,
obyektif, transparan dan integral bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu
perlu dikembangkan penilaian berbasis komputer yang bisa diakses oleh peserta
didik, pengajar dan orang tua.
4.
Perpustakaan
online
Sumber belajar
pokok bagi peserta didik adalah buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi
yang lengkap. Buku-buku tersebut biasanya ada di perpustakaan sekolah. Semakin
banyaknya buku dan banyaknya peserta didik yang memanfaatkan perpustakaan,
membutuhkan manajemen perpustakaan yang baik. Salah satu strategi pelayanan
perpustakaan berbasis komputer adalah perpustakaan online. Perpustakaan online
adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internet yang
memungkinkan pencari informasi dapat mengakses ke segala sumber ilmu
pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak.
Dampak positif dan
negatif pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK
Seiring
berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan dalam media pembelajaran, hal
itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar
maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang
menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain:
1.
Pelajar
jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajar lebih suka praktek
dibandingkan teori
2.
Pengajar
jadi lebih mudah mengajar dan mudah menyampaikan materi dengan membuat
presentasi
3.
Bagi
pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atu tugas tidak harus
bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas
atau materi melalui e-mail
4.
Dalam
membuat laporan, baik bagi pelajar maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika
memakai komputer akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan
5.
Dalam
belajar, baik pengajar maupun pelajar akan lebih mudah mencari informasi karena
adanya internet
6.
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat lebih menarik, misalnya dengan memunculkan
gambar atau suara sehingga pelajar lebih antusias untuk belajar
Segala sesuatu
pasti ada dampak positif dan negatif, tidak terkecuali pembelajaran yang
menggunakan ICT/TIK, diantaranya:
1.
Pembelajaran
yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi
sekolah-sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan
jika masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan
ICT/TIK
2.
Setiap
pelajar harus mendapat failitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang
menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai,
jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, akan ada siswa yang hanya
menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer
3.
Dalam
pembelajaran, siswa yang tidak antusias dalam penerimaan materi sering kali
lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan
tidak menerima materi yang diajarkan
4.
Dalam
pelajaran yang menggunakan internet yang tidak di batasi, seringkali pelajar
menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs
youtube untuk menintin video dalam proses belajar
Adapun
pemanfaatn teknologi informasi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
dapat dikelompokkan kedalam 3 fungsi yaitu:
1.
Media
pembelajaran mandiri/klasikal
2.
Alat
bantu (alat belajar) dalam proses pembelajaran
3.
Sumber
belajar/sumber data
Media
pembelajaran mandiri/klasikal, antara lain pemutaran film dan CD interaktif.
Pertama, pemutaran film, guru dapat memilih jenis film yang ada, yaitu film
yang bersifat given artinya suatu paket judul film yang telah tersedia dan relevan
dengan pengajaran Pendidikan Agama Islam. Kedua, penggunaan CD interaktif lebih
maju dari pemutaran film, karena siswa dapat melakukan interaksi atau perlakuan
terhadap program yang ditawarkan pada CD, misalnya CD interaktif soal-jawab
Pendidikan Agama Islam dikemas dalam bentuk permainan seperti dalam “Who want
to Be Millionare”. Madrasah sekolah dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam
harus memiliki koleksi film atau CD interaktif yang terkait dengan materi
Pendidikan Agama Islam sesuai kurikulum yang berlaku.
Teknologi
Informasi yang dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran yaitu pemanfaatan
software (komputer) untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Beberapa contoh
software pendidikan yang dikenal diantaranya: Computer Assisted Instruction (CAI)
yang umumnya software ini sangat baik untuk keperluan remidial. Intelligent
Computer Assisted Learning (ICAL) dapat digunakan untuk material atau konsep.
Computer Assisted Training (CAT), Computer Assisted Design (CAD), Computer
Assisted Media (CAM) dan sebagainya.
Teknologi
informasi yang terkait sebagai sumber belajar (learning resurces) dalam bentuk
internet dengan segala komponennya. Materi yang ditampilkan dalam sebuah web
yang terkait dengan Pendidikan Agama Islam dapat dilacak terlebih dahulu oleh
guru dan dipraktekkan langsung oleh murid. Maksud pelacakan oleh guru agar
materi atau informasinya relevan dengan tujuan kurikuler PAI.
Sumber:
Smaldino, Sharon. 2011. Instructional Technology and Media for
Learning. Jakarta: Kencana.
2. Media pembelajaran PAI seharusnya sudah berbasis teknologi
informasi akan tetapi implementasi teknologi informasi disekolah terkadang
berbenturan dengan sarana dan prasarana yang ada. Bagaimanakah usaha pemerintah
dan sekolah untuk mengantisipasi hal tersebut? Berikan analisis komprehensif
berdasarkan fakta yang ada.
Jawab:
Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau
perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakan untuk
menunjang proses pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Beberapa hal
yang perlu dikembangkan dalam menunjang proses belajar mengajar:1)
perpustakaan, 2) sarana penunjang kegiatan kurikulum, 3) prasarana dan sarana
kegiatan ekstrakurikuler. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana
yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang
pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang
bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolahraga, tempat
beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang lain yang diperlukan
untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Kepala
sekolah bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang
diperlukan. Guru membutuhkan sarana pembelajaran dalam menunjang kegiatan
pembelajaran. Selain kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan
pembelajaran, dukungan dari sarana pembelajaran sangat penting dalam membantu
guru. Semakin lengkap dan memadai sarana pembelajaran yang dimiliki sebuah
sekolah akan memudahkan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga
pendidikan. Begitu pula dengan suasana selama kegiatan pembelajaran. Sarana
pembelajaran harus dikembangkan agar dapat menunjang proses belajar mengajar.
Yamin menyebutkan beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam menunjang proses
belajar mengajar: 1) perpustakaan, 2) sarana penunjang kegiatan kurikulum, 3)
prasarana dan sarana kegiatan ekstrakurikuler dan mulok. Mengingat pentingnya
sarana prasarana dalam kegiatan pembelajaran, maka peserta didik, guru dan
sekolah akan terkait secara langsung. Peserta didik akan lebih terbantu dengan
dukungan sarana prasarana pembelajaran. Tidak semua peserta didik mempunyai
tingkat kecerdasan yang bagus sehingga penggunaan sarana prasarana pembelajaran
akan membantu peserta didik, khususnya yang memiliki kelemahan dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Bagi guru akan terbantu dengan dukungan fasilitas sarana
prasarana. Kegiatan pembelajaran juga akan lebih variatif, menarik dan
bermakna. Sedangkan sekolah berkewajiban sebagai pihak yang paling bertanggung
jawab terhadap pengelolaan seluruh kegiatan yang diselenggarakan. Selain
menyediakan, sekolah juga menjaga dan memelihara sarana prasarana yang telah
dimiliki.
Permasalahan Pemerataan
dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat
dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini
menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah.
Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya
suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja
terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah
tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan
mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam
pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Permasalahan pemerataan
pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar
bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan. Menurut saya
pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya
dikerjakan secara transparan, sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan
program yang dijalankan ini. Selain itu,dengan kata lain dalam melakasanakan
fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional,
pendidikan nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya
bagi seluruh warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Masalah
pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat
menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk
memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan
sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan
timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak
dapat ditampung di dalam sistem pendidikan atau lembaga pendidikan karena
minimnya fasilitas yang tersedia.
Banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi yang gedungnya rusak,
kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak
lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi
tidak memadai dan sebagainya. Permasalahan sarana dan prasarana ini sering dijumpai
pada daerah daerah yang terpencil atau pedalaman ,seperti pedalaman kalimantan.
Biasanya keterbatasan sarana dan prasarana ini mulai dari gedung sekolah yang
ruangannya tidak layak dipakai untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman
dan kondusif (seperti gambar di bawah) dan hanya terdapat dua atau tiga kelas
saja, tidak terdapat ruangan lain seperti perpustakaan, laboraturium
sarana-sarana olahraga, sarana sarana belajar seperti buku paket yang up date
serta fasilitas lainnya dan jumlah guru yang sangat terbatas. Situasi seperti
itu juga terdapat di daerah perkotaan misalnya ada sekolah yang proses belajar
dan pembelajarannya di lakukan di bawah jembatan dan lain lain. Banyak lagi
permasalahan sarana dan prasarana sekolah di Indonesia seiring dengan
perkembangan zaman dan teknologi.
Maka dari itu sebagai pihak kepala sekolah sebaiknya turut bepreran
aktif dalam mengembangkan dan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada
disekolah. Apa yang perlu ditambahkan dan apa yang perlu diperbaiki. Kepala
sekolah juga harus mengajukan hal-hal yang sekiranya harus diajukan kepada
pihak pemerintah. Sebagai pihak pemerintahan juga harus membantu kepentingan
sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh sekolah yang membutuhkn bantuan
tersebut. Pemerintah juga harus mengobservasi sekolah-sekolah didaerah manapun,
agar pemerintah tahu, mana saja sekolah yang masih kurang sarana dan
prasarananya, untuk membantu kemajuan dalam setiap sekolah dan demi membantu
kemajuan kualitas anak didik bangsa.
Sumber:
Mulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Burhanudin, Yusak, 2005. Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka
Setia.
3. Guru dalam melaksanakan pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan
berbagai macam media. Apabila anda seorang guru sekaligus kepala sekolah
(pimpinan lembaga pendidikan), bagaimana anda melakukan pengembangan media
pembelajaran PAI? Lakukan analisis kebutuhan media pembelajaran yang telah anda
pelajari.
Jawab:
Pengembangan Media
Pembelajaran meliputi (penyusunan rancangan, penulisan naskah, produksi media
dan evaluasi program media).
1. Tahap Penyusunan
Rancangan
Dalam tahapan pembuatan
rancangan ini, dilakukan perancangan terhadap isi atau garis besar isi program
media yang terdiri dari tiga komponen, yaitu :
1). Penetapan Topik
2). Merumuskan Tujuan
Instruksional
3). Merumuskan Pokok –
Pokok Instruksional
4). Analisis Kebutuhan
dan Karakteristik Siswa
5). Perumusan tujuan
6). Pengembangan Materi
Pembelajaran
7). Perumusan Alat
Pengukur Keberhasilan
2. Penulisan Naskah
Dalam tahapan penulisan
naskah, format rancangan isi program media ini dituangkan atau dialihkan ke
dalam naskah. Ada beberapa langkah dalam pembuatan naskah.. Langkah
pembuatan naskah mencakup :
1). Menulis rasional
dari produk yang dibuat.
2). Membuat synopsis.
3). Menetapkan
identitas program.
4). Merumuskan Tujuan
Pembelajaran Khusus dan Tujuan
5). Pembelajaran Umum.
6). Mengidentifikasi
audience.
7). Mengidentifikasi
garis-garis besar program pembelajaran, GBIP terdiri dari Produk Media, Mata Pelajaran,
Sasaran, Durasi, Topik,Tujuan Umum, Tujuan Khusus, Pokok-Pokok Mater dan
Sumber.
8). Menetapkan
treatment.
9). Membuat naskah,
naskah terdiri dari spesifikasi program.
3. Produksi Media
4. Evaluasi Program Media
Jadi, media pembelajaran dapat dikembangkan dengan
beberapa cara meliputi penyusunan rancangan, penulisan naskah, produksi media
dan evaluasi program media. Dengan melakukan langkah-langkah di tersebut, maka
media yang ada akan lebih berkembang dan berkualitas, begitu juga dengan peserta
didik akan menerima inovasi seperti yang terjadi pada saat sekarang. Selain
itu, media pembelajaran harus digunakan sesuai dengan kebutuhan yang akan
disampaikan kepada perserta didik, karena dengan itu konteks belajar mengajar
akan lebh evisien dan lebih berkualitas. Media dapat dikembangkan sesuai dengan
kualitas guru dalam memberikan materi kepada peserta didik. Maka diharapkan
kepada setiap guru harus mengetahui bagaiamana mendidik siswa agar senang
terhadap materi yang disampaikan, dan juga harus bisa membuat kelas itu hidup
menggunakan media yang telah disediakan pihak sekolah.
Sumber: Umar Hamalik,
2009. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar