Senin, 30 Januari 2017

Nama               : Aminatul Khoeriyah
Makul              : Media Pembelajaran PAI
Fak/Prodi        : Tarbiyah/PAI A 3
NIM                : 1523211003
1.      Bagaimanakah anda menempatkan konsep dan aplikasi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi pada kegiatan pembelajaran PAI di Indonesia? Buatlah analisis kritis terhadap penerapan pembelajaran berbasis teknologi informasi.
Jawab :
Berkembangnya metode pembelajaran sangat berperan penting terhadap kemajuan pola pembelajaran, terutama di bidang peningkatan mutu pendidikan pada anak. Dalam hal ini adalah peningkatan mutu PAI, seiring berkembangnya media pembelajaran, dan juga evaluasi pendidikan yang terus menerus berkembang, pembelajaran PAI baik itu SD, SMP, SMA, dan SMK, metode pembelajaran bersetandar PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) harus mulai diterapkan, sehingga pola pikir peserta didik terhadap pembelajaran PAI mampu melahirkan minat anak dan jiwanya tergugah pada aktivitas pembelajaran yang berkembang pada satu pola yang maju dengan memanfaatkan fasilitas media pembelajaran berbasis ICT (Information and Communication Tecnology), karena itu tenaga pendidik sebagai fasilitator harus mampu terhadap perkembangan dan perubahan paradigma di dunia pendidikan, dimana dalam hal ini peserta didik tidak lagi di posisikan sebagai objek, melainkan subjek dari pembelajaranitu sendiri. Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar dapat menghayati ajaran agama Islam. Dunia ICT kini memberikan banyak pilihan kepada semua orang, tak terkecuali Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Misalnya e-dukasinet/pembelajaran berbasis internet, penggunaan telematika, e-learning, blog, multimedia resources center, teknologi pembelajaran melalui komik, dan vidio conference. Kini tinggal GPAI memilih teknologi yang dikuasainya, banyak pilihan yang perlu dipilih. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi tersendiri, karena ia bertalian dengan sarana dan prasarana yang ada disekolah, termasuk yang dimiliki sendiri oleh GPAI.
            Secara umum, jenis bahan ajar yang dapat dipilih adalah:
1.      Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed) seperti model/maket
2.      Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio
3.      Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film
4.      Bahan ajar multimedia interaktif (interactiveteaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials)
Tersedia dan terlakananya pembelajaran yang mengacu pada bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed) seperti model/maket. Pada bahan ajar dengar (audio) seperti , radio, piringan hitam, dan compact disk audio. Pada bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. Pada bahan multimedia interaktif (interactiveteaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials). Sistem pembelajaran PAI sudah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana setiap saat siswa bisa mengakses segala hal yang terkait dengan perencanaan, proses dan hasil pembelajarannya.
ICT (Information and Communication Tecnology) atau yang lebih dikenal dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengolahan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaanya, hubungan komputer dengan manusia dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan, informasi antar media. Kehadiran teknologi harus digunakan sebaik-baiknya dengan pengelolaan yang tepat.
Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT adalah sebagai berikut:
1.      Efektif dan efisien. Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal mengefektifkan belajar, meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya.
2.      Optimal. Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai lebih daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan.
3.      Menarik. Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran dikelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik akan mamncing keingintahuan yang lebih akan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran.
4.      Merangsang daya kreatif berpikir pelajar. Dengan menggunakan ICT tentu saja diharapkan pelajar mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat didalam diri mereka. Seorang pelajar yang memiliki kreativitas tinggi tentunya berbeda dengan pelajar yang mempunyai kreativitas rendah. Pelajar yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Begitu pula sebaliknya dengan pelajar yang berkreativitas rendah.
Aplikasi pembelajaran bebasis ICT dilingkungan sekolah/universitas merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan informasi dan komunikasi dalam berbagai keperluan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Satu bentuk produk TIK yang sedang menjadu trend adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadiran internet telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat berkomunikasi. Bahkan, dunia pendidikan pun tidak luput untuk memanfaatkannya sehingga kelas maya dapat tercipta. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media TIK khususnya internet. Dengan e-learning memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh. E-learning merupakan dasar dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta didik tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program pembelajaran. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan pengajar maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling tukar informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Dengan kondisi yang demikian itu, peserta didik dapat lebih memantapkan peguasaanya terhadap materi pembelajaran. Selain e-learning, potensi TIK dalam pembelajaran disekolah dapat juga memanfaatkan e-laboratory dan e-library. Adanya laboratorium virtual (virtual lab) memungkinkan guru dan siswa dapat belajar mengguanakan alat-alat laboratorium atau praktikum tidak secara fisik, tetapi dengan menggunakan media komputer. Perpustakaan elektronik (e-library) sekarang ini sudah menjangkau berbagai sumber buku yang tak terbatas untuk bisa diakses tanpa harus membeli buku/sumber belajar tersebut.
Beberapa aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran yang dapat dikembangkan antara lain:
1.      Pembelajaran erbasis Komputer
Pembelajaran berbasis komputer yaitu penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Penggunaan komputer secara langsung dengan peserta didik untuk menyampaikan isi pengajaran, memerikan latihan dan mengevaluasi kemajuan belajar peserta didik. Materi pembelajaran dibuat dalam bentuk powerpoint atau CD pembelajaran interaktif.
Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software komputer (CD pembelajaran) berupa program komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Blended E-Learning adalah pembelajaran terintegrasi/terpadu dengan menggunakan jaringan internet (network), internet (LAN), atau ekstranet (WAN) sebagai pengantar materi, interaksi atau fasilitas. Blended E-Learning disebut juga online learning. Pada pembelajaran model ini, pembelajaran dapat disajikan dalam format:
a.       E-mail (pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam pembelajaran dengan menggunakan fasilitas e-mail)
b.      Mailing List/grup diskusi, bisa menggunakan fasilitas e-mail atau fasilitas jejaring sosial seperti facebook atau twitter
c.       Menunggah bahan ajar dari internet. Peserta didik dapat mencari bahan ajar melalui internet untuk menambah pegetahuan tentang pokok bahasan yang sedang dipelajari
d.      Pembelajaran interaktif melalui web/blog
e.       Interactive Conferencing, berupa pembelajaran langsung jarak jauh
2.      Pembelajaran berbasis web
Sekolah harus menyediakan atau membuat website sekolah yang diantaranya berisi materi-materi pelajaran. Setiap pengajar harus memiliki blog sendiri yang berisi mata pelajaran yang diajarkan, bisa berkomunikasi tentang materi pelajaran dengan peserta didik di dunia maya, dengan demikian akan tercipta virtual classroom ( kelas dunia maya) yang dapat memotivasi dan menambah wawasan pengetahuan peserta didik.
3.      Penilaian berbasis TIK
Penilaian hasil belajar peserta didik memerlukan pengolahan dan analisis yang akurat, obyektif, transparan dan integral bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu perlu dikembangkan penilaian berbasis komputer yang bisa diakses oleh peserta didik, pengajar dan orang tua.
4.      Perpustakaan online
Sumber belajar pokok bagi peserta didik adalah buku-buku pelajaran dan buku-buku referensi yang lengkap. Buku-buku tersebut biasanya ada di perpustakaan sekolah. Semakin banyaknya buku dan banyaknya peserta didik yang memanfaatkan perpustakaan, membutuhkan manajemen perpustakaan yang baik. Salah satu strategi pelayanan perpustakaan berbasis komputer adalah perpustakaan online. Perpustakaan online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internet yang memungkinkan pencari informasi dapat mengakses ke segala sumber ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak.
            Dampak positif dan negatif pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK
Seiring berkembangnya zaman, ICT/TIK semakin digunakan dalam media pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT/TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK tersebut antara lain:
1.      Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajar lebih suka praktek dibandingkan teori
2.      Pengajar jadi lebih mudah mengajar dan mudah menyampaikan materi dengan membuat presentasi
3.      Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atu tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat memberi tugas atau materi melalui e-mail
4.      Dalam membuat laporan, baik bagi pelajar maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika memakai komputer akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan
5.      Dalam belajar, baik pengajar maupun pelajar akan lebih mudah mencari informasi karena adanya internet
6.      Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat lebih menarik, misalnya dengan memunculkan gambar atau suara sehingga pelajar lebih antusias untuk belajar
Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak terkecuali pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK, diantaranya:
1.      Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT/TIK
2.      Setiap pelajar harus mendapat failitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, akan ada siswa yang hanya menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer
3.      Dalam pembelajaran, siswa yang tidak antusias dalam penerimaan materi sering kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan
4.      Dalam pelajaran yang menggunakan internet yang tidak di batasi, seringkali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menintin video dalam proses belajar
Adapun pemanfaatn teknologi informasi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat dikelompokkan kedalam 3 fungsi yaitu:
1.      Media pembelajaran mandiri/klasikal
2.      Alat bantu (alat belajar) dalam proses pembelajaran
3.      Sumber belajar/sumber data
Media pembelajaran mandiri/klasikal, antara lain pemutaran film dan CD interaktif. Pertama, pemutaran film, guru dapat memilih jenis film yang ada, yaitu film yang bersifat given artinya suatu paket judul film yang telah tersedia dan relevan dengan pengajaran Pendidikan Agama Islam. Kedua, penggunaan CD interaktif lebih maju dari pemutaran film, karena siswa dapat melakukan interaksi atau perlakuan terhadap program yang ditawarkan pada CD, misalnya CD interaktif soal-jawab Pendidikan Agama Islam dikemas dalam bentuk permainan seperti dalam “Who want to Be Millionare”. Madrasah sekolah dalam hal ini guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki koleksi film atau CD interaktif yang terkait dengan materi Pendidikan Agama Islam sesuai kurikulum yang berlaku.
Teknologi Informasi yang dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran yaitu pemanfaatan software (komputer) untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Beberapa contoh software pendidikan yang dikenal diantaranya: Computer Assisted Instruction (CAI) yang umumnya software ini sangat baik untuk keperluan remidial. Intelligent Computer Assisted Learning (ICAL) dapat digunakan untuk material atau konsep. Computer Assisted Training (CAT), Computer Assisted Design (CAD), Computer Assisted Media (CAM) dan sebagainya.
Teknologi informasi yang terkait sebagai sumber belajar (learning resurces) dalam bentuk internet dengan segala komponennya. Materi yang ditampilkan dalam sebuah web yang terkait dengan Pendidikan Agama Islam dapat dilacak terlebih dahulu oleh guru dan dipraktekkan langsung oleh murid. Maksud pelacakan oleh guru agar materi atau informasinya relevan dengan tujuan kurikuler PAI.
        Sumber: Smaldino, Sharon. 2011. Instructional Technology and Media for Learning. Jakarta: Kencana.
2. Media pembelajaran PAI seharusnya sudah berbasis teknologi informasi akan tetapi implementasi teknologi informasi disekolah terkadang berbenturan dengan sarana dan prasarana yang ada. Bagaimanakah usaha pemerintah dan sekolah untuk mengantisipasi hal tersebut? Berikan analisis komprehensif berdasarkan fakta yang ada.
Jawab:
Sarana dan prasarana pendidikan adalah semua perangkat atau perlengkapan dasar yang secara langsung dan tidak langsung dipergunakan untuk menunjang proses pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam menunjang proses belajar mengajar:1) perpustakaan, 2) sarana penunjang kegiatan kurikulum, 3) prasarana dan sarana kegiatan ekstrakurikuler. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Kepala sekolah bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan. Guru membutuhkan sarana pembelajaran dalam menunjang kegiatan pembelajaran. Selain kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, dukungan dari sarana pembelajaran sangat penting dalam membantu guru. Semakin lengkap dan memadai sarana pembelajaran yang dimiliki sebuah sekolah akan memudahkan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidikan. Begitu pula dengan suasana selama kegiatan pembelajaran. Sarana pembelajaran harus dikembangkan agar dapat menunjang proses belajar mengajar. Yamin menyebutkan beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam menunjang proses belajar mengajar: 1) perpustakaan, 2) sarana penunjang kegiatan kurikulum, 3) prasarana dan sarana kegiatan ekstrakurikuler dan mulok. Mengingat pentingnya sarana prasarana dalam kegiatan pembelajaran, maka peserta didik, guru dan sekolah akan terkait secara langsung. Peserta didik akan lebih terbantu dengan dukungan sarana prasarana pembelajaran. Tidak semua peserta didik mempunyai tingkat kecerdasan yang bagus sehingga penggunaan sarana prasarana pembelajaran akan membantu peserta didik, khususnya yang memiliki kelemahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Bagi guru akan terbantu dengan dukungan fasilitas sarana prasarana. Kegiatan pembelajaran juga akan lebih variatif, menarik dan bermakna. Sedangkan sekolah berkewajiban sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pengelolaan seluruh kegiatan yang diselenggarakan. Selain menyediakan, sekolah juga menjaga dan memelihara sarana prasarana yang telah dimiliki.
Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Permasalahan pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan. Menurut saya pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya dikerjakan secara transparan, sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan program yang dijalankan ini. Selain itu,dengan kata lain dalam melakasanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional, pendidikan nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung di dalam sistem pendidikan atau lembaga pendidikan karena minimnya fasilitas yang tersedia.
Banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Permasalahan sarana dan prasarana ini sering dijumpai pada daerah daerah yang terpencil atau pedalaman ,seperti pedalaman kalimantan. Biasanya keterbatasan sarana dan prasarana ini mulai dari gedung sekolah yang ruangannya tidak layak dipakai untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman dan kondusif (seperti gambar di bawah) dan hanya terdapat dua atau tiga kelas saja, tidak terdapat ruangan lain seperti perpustakaan, laboraturium sarana-sarana olahraga, sarana sarana belajar seperti buku paket yang up date serta fasilitas lainnya dan jumlah guru yang sangat terbatas. Situasi seperti itu juga terdapat di daerah perkotaan misalnya ada sekolah yang proses belajar dan pembelajarannya di lakukan di bawah jembatan dan lain lain. Banyak lagi permasalahan sarana dan prasarana sekolah di Indonesia seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Maka dari itu sebagai pihak kepala sekolah sebaiknya turut bepreran aktif dalam mengembangkan dan memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang ada disekolah. Apa yang perlu ditambahkan dan apa yang perlu diperbaiki. Kepala sekolah juga harus mengajukan hal-hal yang sekiranya harus diajukan kepada pihak pemerintah. Sebagai pihak pemerintahan juga harus membantu kepentingan sarana dan prasana yang dibutuhkan oleh sekolah yang membutuhkn bantuan tersebut. Pemerintah juga harus mengobservasi sekolah-sekolah didaerah manapun, agar pemerintah tahu, mana saja sekolah yang masih kurang sarana dan prasarananya, untuk membantu kemajuan dalam setiap sekolah dan demi membantu kemajuan kualitas anak didik bangsa.
Sumber:
Mulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Burhanudin, Yusak, 2005. Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
3. Guru dalam melaksanakan pembelajaran PAI dapat dilakukan dengan berbagai macam media. Apabila anda seorang guru sekaligus kepala sekolah (pimpinan lembaga pendidikan), bagaimana anda melakukan pengembangan media pembelajaran PAI? Lakukan analisis kebutuhan media pembelajaran yang telah anda pelajari.
Jawab:
Pengembangan Media Pembelajaran meliputi (penyusunan rancangan, penulisan naskah, produksi media dan evaluasi program media).
1. Tahap Penyusunan Rancangan
Dalam tahapan pembuatan rancangan ini, dilakukan perancangan terhadap isi atau garis besar isi program media yang terdiri dari tiga komponen, yaitu :
1). Penetapan Topik
2). Merumuskan Tujuan Instruksional
3). Merumuskan Pokok – Pokok Instruksional
4). Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Siswa
5). Perumusan tujuan
6). Pengembangan Materi Pembelajaran
7). Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan
2.  Penulisan Naskah
Dalam tahapan penulisan naskah, format rancangan isi program media ini dituangkan atau dialihkan ke dalam naskah. Ada beberapa langkah dalam pembuatan naskah.. Langkah pembuatan naskah mencakup :
1). Menulis rasional dari produk yang dibuat.
2). Membuat synopsis.
3). Menetapkan identitas program.
4). Merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus dan Tujuan
5). Pembelajaran Umum.
6). Mengidentifikasi audience.
7). Mengidentifikasi garis-garis besar program pembelajaran, GBIP terdiri dari Produk Media, Mata Pelajaran, Sasaran, Durasi, Topik,Tujuan Umum, Tujuan Khusus, Pokok-Pokok Mater dan Sumber.
8). Menetapkan treatment.
9). Membuat naskah, naskah terdiri dari spesifikasi program.
3.  Produksi Media
4.  Evaluasi Program Media
            Jadi, media pembelajaran dapat dikembangkan dengan beberapa cara meliputi penyusunan rancangan, penulisan naskah, produksi media dan evaluasi program media. Dengan melakukan langkah-langkah di tersebut, maka media yang ada akan lebih berkembang dan berkualitas, begitu juga dengan peserta didik akan menerima inovasi seperti yang terjadi pada saat sekarang. Selain itu, media pembelajaran harus digunakan sesuai dengan kebutuhan yang akan disampaikan kepada perserta didik, karena dengan itu konteks belajar mengajar akan lebh evisien dan lebih berkualitas. Media dapat dikembangkan sesuai dengan kualitas guru dalam memberikan materi kepada peserta didik. Maka diharapkan kepada setiap guru harus mengetahui bagaiamana mendidik siswa agar senang terhadap materi yang disampaikan, dan juga harus bisa membuat kelas itu hidup menggunakan media yang telah disediakan pihak sekolah.

Sumber: Umar Hamalik, 2009. Media Pendidikan. Bandung : Citra Aditya Bakti.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar